News Update :
Tampilkan postingan dengan label otomotip. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label otomotip. Tampilkan semua postingan

10 Mobil Ferrari yang Ramah Lingkungan

Selasa, 24 Juli 2012 | 0 komentar

Ferrari terkenal dengan mobil manufakturnya dengan tenaga kuda dan kekuatan yang menabjubkan, desain yang sempurna dan terlihat keren. Sebagian besar mobil yang bercatkan merah mengkilap telah menjadi impian banyak orang dan sebagai simbol kebanggan bagi sebagian orang yang mungkin bisa membelinya.

Namun, waktu pun berubah dan karena dunia kehabisan sumber daya yang tidak dapat diperbarukan, ferrari memfokuskan beralih ke mobil yang memanfaatkan kekuaatan mereka dari sumber yang terbarukan dan ramah terhadap lingkungan. Produsen mobil masih jauh membuat sebuah mobil balap dengan tenaga listrik yang sebanding dalam kinerja dan jarak tempuh ke mobil bahan bakar berbasis.


Namun ferrari sudah berencana untuk membangun sebuah mobil balap dengan konsep yang ramah lingkungan. Dan mereka merekomendasikan mobil balap masa depan yang ramah lingkungan untuk produsen seperti ferrari dan inilah 10 mobil ferrari dengan konsep ramah lingkungan


10. Ferrari Hypercar Hybird


Ferrari Hypercar Hybird

Desain ini dirancang oleh desainer terkenal turki, kazim doku. Mobil ini adalah masa depan mobil balap ferrari, yang didasarkan pada mesin hibrida. Mobil ini telah dirancang dengan menuju mobil masa depan 15 tahun lagi.


9. Ferrari Xezri


Ferrari Xezri


Dirancang oleh samir sadikhov azerbaijan, Xezri terinspirasi oleh ferrari 250 cabriolet gt. Sadhikov yang telah mengusulkan sayap belakang di atap yang akan mengaktifkan kecepatan lebih dari 125 mph dan meningkatkan penyaluran udara serta pendinginan mesin dengan membuka asupan udara.


8. Ferrari EGO


Ferrari EGO


EGO singkatan dari emotional generation one. Ini adalah konsep hyper car untuk tahun 2025. Konsep ini merupakan penggabungan dari kekuatan besar dan kinerja indah. Desain sebenarnya terinspirasi dari ferrari p3 dan p4 / 5 dan telah dirancang oleh mahasiswa dari istituto d'arte applicata e desain [iaad].


7. Ferrari Imola


Ferrari Imola


Desain ini terinspirasi oleh ferrari f70 dan akan dijalankan pada mesin v6 hibrida. Konsepnya adalah spider dan memberi bentuk trapesium ke head, gril dan lampu ekor, yang akan berubah dengan memberi tampilan yang khas. Ferrari ini memiliki mesin yang sangat besar, dan akan berbicara untuk kekuatan mesin.


6. Ferrari Millenio


Ferrari millenio


Didesain oleh marko petrovic, milenio difasilitasi dua tempat duduk dan mobil sport yang dijalankan dengan dua motor listrik, yang akan mengalihkan memakai energi dari panel surya. Mobil ini menggunakan kombinasi bahan yang membuatnya lebih kuat dari baja dan lebih ringan dari serat karbon. Materi yang disebut adalah backypaper dan terdiri dari karbon nano-tabung.


5. Ferrari F250


Ferrari f250


Konsep ini didesain oleh idries omar yang mempunya mesin 2.l v6, yang dijalankan dengan bio-bensin. Mobil hampir menyentuh tanah memiliki mesin tengah. Mobil ini dinamai ferrari 250 gto.secara khusus, ferrari telah memperkenalkan beberapa bio-besin mobil berbasis seperti f430 spider yang dijalankan dengan etanol.


4. Monza Ferrari


Monza ferrari


Komputer telah menyusup setiap bidang dan tampaknya merancang konsep ini, iman maghsoudi telah membayangkan hal itu benar, memberikan desain untuk mobil ferrari masa depan yang akan diambil alih oleh komputer setelah kecepatan melebihi 200 km / jam. Mobil ini telah dirancang melebihi pesawat terbang dan pengemudi duduk di kokpit mengendalikan mobil dengan komputer. Bagian belakang mobil terdiri dari dua sirip yang besar yang membantu dalam penyaluran udara dan mobil bisa mengubah desain berdasarkan kecepatan untuk aerodinamis maksimum.


3. Ferrari Modulo Revival Concept


Ferrari modulo revival concept


Ferrari modulo didasarkan pada ferrari 512 modul s, yang pertama kali diperkenalkan kepada dunia pada 1970 geneva motor show. Desain dari modulo baru diperkenalkan oleh emmanuel laffon de mazieres dan bastien petelot. Roda telah bergabung di dalam tubuh mobil, sementara atap dan pintu adalah bagian dari kaca. Ini adalah salah satu konsep mobil yang paling aerodinamis yang bertujuan untuk mengurangi rolling resistance. Desainnya membantu dalam mengurangi koefisien drag dari mobil, ketika sedang dijalankan dengan mesin-listrik.


2. Ferrari Hy-kers Hybrid Concept


Ferrari hy-kers hybrid concept


Hy-Kers adalah kendaraan hibrida, yang didasarkan pada 599 gtb fiorano, dan ditampilkan di geneva motor show. Konsep ini mengurangi emisi karbon-dioksida sebesar 35 persen. Baterai ditempatkan sangat bawah untuk menjaga pusat gravitasi yang rendah dan menghemat ruang interior. Hal ini mampu memproduksi 107 tenaga kuda dan � 111-ft torsi dan akan dimasukkan ke produksi dalam waktu sekitar tiga sampai lima tahun.


1. Ferrari 'Eternita'


Ferrari 'eternita'


Mobile Ferrari Eternita ini dirancang oleh mahasiswa hongik university di korea selatan. 'Eternita' seharusnya dijalankan pada mesin hidrogen-hibrida yang tidak kompromi dalam kekuatan dan hasil dalam rendah emisi. Hal ini dirancang untuk menyediakan bahan bakar efisiensi optimal dan top-notch kinerja. Roda belakang yang dimasukkan ke dalam body dan bertujuan untuk mengurangi drag, sementara alasnya yang ceper dan hampir menyentuh tanah. Mobil ini memenangkan Ferrari Design Contest Dunia tahun 2011.



sumber
Continue Reading

Rumus Menghitung Konsumsi BBM

Senin, 23 Juli 2012 | 0 komentar

Pada pembakaran ideal sudah disebutkan diatas akan menghasilkan H2O, CO2 serta N2, Namun secara praktis pembakaran pada mesin tidaklah sempurna walau pada mesin dengan technologi tinggi sekalipun. Pada diagram diatas bisa dilihat, garis hitam adalah garis stoichiometry dimana pada pembakaran ini akan didapat nilai kurang lebihnya dan menjadi baku mutu emisi.
Rumus Menghitung Konsumsi BBM



Nilai sfc diatas dihitung dengan rumus sebagai berikut :

Sfc = mbb/p.....................................(kg/HP.h)


keterangan :

sfc : specific fuel consumtion (kg/HP.h)

mbb : berat bahan bakar yang dikonsumsi per jam (kg/h)

p : daya out put (HP)




Continue Reading

Berbagai Jenis Busi Sepeda Motor

Kamis, 26 April 2012 | 0 komentar

Fungsi Busi
Kegunaan Busi

Busi merupakan bagian kecil dari mesin namun memiliki peranan penting. Fungsi busi adalah:

- Menyalakan campuran bahan bakar dan udara di dalam ruang bakar

- Menyalurkan panas dari ruang bakar


Lingkup Kerja Busi
Bagian Busi

Jenis Busi NGK
Meskipun kecil, kerja busi sangat berat. Busi harus mampu bertahan dalam tegangan tinggi serta perubahan temperature dari panas ke dingin, sekitar 570 derajat Celcius yang terjadi dalam hitungan mili detik. Menurut penuturan pak Heri dari PT. NGK Busi Indonesia, terdapat beberapa jenis busi yaitu:

Busi Standar

Yaitu busi dengan ujung elektroda terbuat dari nikel dan diameter elektroda pusat (center electrode 2.5 mm. umur busi umur busi berkisar 5000 – 20,000 km.

- Busi Platinum

Yaitu busi dengan ujung elektroda terbuat dari nikel dan center electrode dari platinum. diameter center electrode 0.6 – 0.8 mm mm. umur busi umur busi berkisar 30,000 km.

- Busi Iridium

Yaitu busi dengan ujung elektroda terbuat dari nikel dan center electrode dari iridium alloy. diameter center electrode 0.6 – 0.8 mm mm. umur busi umur busi berkisar 50,000 – 70,000 km. Keuntungan busi Iridium adalah umur pakai yang lama sehingga cocok untuk kendaraan dengan mesin yang tidak boleh sering dibongkar. Disamping itu dengan api busi yang lebih besar diklaim akan mampu menghasilkan tenaga yang lebih besar dengan air-fuel ratio yang sama.

- Busi Racing

Adalah busi yang dirancang untuk bekerja pada suhu, temperature dan kompresi tinggi serta mesin dengan pemakaian akselerasi dan deselerasi mendadak. Busi racing tidak sama dengan busi Iridium.

- Busi Resistor

Busi resistor biasa ditemui dengan kode huruf R pada bagian insulatornya. Busi ini menghilangkan gangguan pada radio, telepon genggam dan ECU (Electronic Control Unit) pada kendaraan. Jadi jika busi kendaraan memakai tipe R, jangan sekali-kali menggantinya dengan busi biasa karena dapat mengganggu kerja peralatan elektronik lainnya.

- Busi Alur V

Busi alur V dibuat dengan tujuan memusatkan api busi sehingga menghasilkan power yang besar, kedua elektroda terbuat dari nikel. Meskipun demikian busi jenis ini bukan tergolong jenis iridium maupun platinum, atau dipakai untuk racing, namun untuk kendaraan yang membutuhkan tenaga besar. Busi yang termasuk jenis busi resistor ini dapat dikenali dari kode huruf Y pada seri busi. misalnya BKR5E-Y seperti pada gambar di atas.

Sedangkan menurut tingkat kemampuan melepas panasnya, busi terbagi menjadi 2, yaitu:

- Busi panas

Adalah busi yang kecepatan transfer panasnya lebih lambat. Artinya panas tersimpan pada busi dan lambat disalurkan keluar busi. Busi panas biasa dipakai pada kendaraan harian. Busi standar, iridium, platinum, resistor dan alur V tergolong busi panas. Indeks panas (heat rating) busi panas NGK berkisar dari 2 sampai 8.

- Busi dingin

- Adalah busi yang kecepatan transfer panasnya cepat. Artinya panas harus cepat disalurkan keluar busi. Busi dingin identik dengan busi racing yang harus melepas panas mesin dengan cepat. Indeks panas busi dingin NGK berkisar dari 9 – 12. Pada umumnya salah kaprah terjadi di pemakai kendaraan yang beranggapan memakai busi racing (busi dingin) akan membuat kendaraan menjadi lebih cepat. Padahal, mesin kendaraan bukanlah mesin balap. Pemakaian busi racing di mesin standar hanya akan membuat mesin sulit distarter pada awal pemakaian karena panas cepat tersalurkan keluar.

Continue Reading

TVS Tormax, Motor Dengan Konstruksi Terbaik 2011

Rabu, 16 November 2011 | 0 komentar

Kejutan dibuat TVS Tormax 150 cc. Bebek super keluaran TVS itu meraih penghargaan sebagai “The Best Construction” pada ajang penghargaan Indonesian Motobike of The Year (IMOTY) 2011 oleh majalah terkemuka Indonesia, Motorev.

TVS Tormax adalah satu-satunya bebek super yang dilengkapi horisontal canister (gas) monoshock suspension membuat kenyamanan saat berkendara dan juga dilengkapi dengan rem cakram ganda petal 290 mm. Dengan high stiffness chassis and lower vertical CG, TVS Tormax 150 cc memiliki handling terbaik di kelasnya.

Teknologi lain yang disematkan pada motor ini adalah Turbotune Technology; Liquid cooled radiator memberikan performa maksimal menggunakan compact radiator untuk pendinginan yang efektif and 3 valve-technology dimana terdapat 2 intake dan 1 outtake di mesin untuk menghasilkan tenaga superior dengan penggunaan bahan bakar optimum.

“TVS Tormax 150 cc dengan inovasi teknologinya dikedepankan untuk pecinta roda dua Indonesia. Kini semakin mengukuhkan sebagai bebek super pilihan bagi anak muda yang stylish, energik dan menyenangi hi-tech,” kata Pramod Kulkarni, Head of Engineering PT TVS Motor Company Indonesia.

TVS Tormax 150 cc dibanderol Rp 14,950,000 OTR Jakarta. Untuk setiap pembelian TVS Tormax yang bergaransi 5 tahun. Untuk pelayanan, PT TVS Motor Company Indonesia telah memiliki jaringan 3S (Sales, Service, Spareparts) di 160 showroom di seluruh Indonesia.

Continue Reading

Pengujian Pengaruh Viskositas Minyak Pelumas Pada Kendaraan

Sabtu, 13 Agustus 2011 | 1komentar


Seperti yang pernah saya posting beberapa bulan yang lalu tentang viskositas minyak pelumas...ini merupakan hasil akhir dari penelitian yang saya dan rekan2 saya lakukan..disini akan dilihat betapa pentingnya tingkat kekentalan oli terhadap performa kendaraan. penilitian ini dilakukan untuk mengetahui akibat perbedaan kekntalan oli terhadap :
Torsi
Korelasi antara putaran mesin terhadap besarnya torsi pada pengujian dengan menggunakan tiga jenis merk oli pada Honda C 100 ML menunjukkan bahwa torsi tertinggi pada penggunaan oli Supreme XX SAE 20W-50 SJ yaitu 6.9 kgf.m pada putaran mesin 6000 Rpm, torsi tertinggi yang dihasilkan pada penggunaan oli Evotec 10 W-30 SJ, adalah 6.74 kgf.m pada putaran mesin 6000Rpm, sedangkan pada penggunaan oli Ultratec SAE 20-50 SG torsi tertinggi adalah 6.74 kgf.m pada putaran mesin 6000Rpm.
Analisa torsi pada mesin tentunya tidak lepas dari konsep torsi itu sendiri yang besarnya akan sangat dipengaruhi oleh faktor gaya tekan hasil pembakaran (F) dan jari-jari poros engkol pada mesin. Jari-jari poros engkol pada mesin merupakan faktor tetap sehingga yang paling berpengaruh adalah besarnya gaya tekan pembakaran (F). Gaya tekan hasil pembakaran ini akan maksimal manakala pemasukan campuran udara dan bahan bakar, tekanan kompersi maksimal, dan saat pengapian yang tepat dengan bunga api yang besar pula.
Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan pada sepeda motor Honda C 100 ML (mesin dalam keadaan standart) dapat disimpulkan bahwa torsi pengukuran paling tinggi pada penggunaan oli Supreme XX SAE 20W-50 SJ


Daya
Korelasi antara putaran mesin terhadap besarnya daya pada pengujian dengan menggunakan tiga jenis merk oli Supreme XX SAE 20W-50 SJ, oli Ultratec SAE 20-50 SG dan oli Evotech 10 W-30 SJ daya paling tertinggi adalah menggunakan oli Supreme XX 20W-50 SJ pada putaran mesin 7000 Rpm. Hal ini berarti penggunaan oli Supreme XX20W-50 SJ pada sepeda motor Honda C 100 ML dengan mesin standart memberi peningkatan daya paling tertinggi yaitu 6.2 HP pada putaran mesin 7000 Rpm.

Analisis Pengaruh API Service Dan SAE Minyak Pelumas
Tingkat kekentalan oli yang juga disebut Viskosity-Grade adalah ukuran kekentalan dan kemampuan pelumas untuk mengalir pada temperatur tertentu menjadi prioritas terpenting dalam memilih Oli. Kode pengenal Oli adalah berupa huruf SAE yang merupakan singkatan dari Society of Automotive Engineers. Selanjutnya angka yang mengikuti dibelakangnya, menunjukkan tingkat kekentalan oli tersebut. SAE 40 atau SAE 15W-50, semakin besar angka yang mengikuti Kode oli menandakan semakin kentalnya oli tersebut.
Sedangkan huruf W yang terdapat dibelakang angka awal, merupakan singkatan dari Winter. SAE 15W-50, berarti oli tersebut memiliki tingkat kekentalan SAE 10 untuk kondisi suhu dingin dan SAE 50 pada kondisi suhu panas. Dengan kondisi seperti ini, oli akan memberikan perlindungan optimal saat mesin start pada kondisi ekstrim sekalipun. Sementara itu dalam kondisi panas normal, idealnya oli akan bekerja pada kisaran angka kekentalan 40-50 menurut standar SAE. Mutu dari oli sendiri ditunjukkan oleh kode API (American Petroleum Institute) dengan diikuti oleh tingkatan huruf dibelakangnya. API: SL, kode S(Spark) menandakan pelumas mesin untuk bensin. Kode huruf kedua mununjukkan nilai mutu oli, semakin mendekati huruf Z mutu oli semakin baik dalam melapisi komponen dengan lapisan film dan semakin sesuai dengan kebutuhan mesin modern.

Analisis Konsumsi Bahan Bakar Spesifik
Korelasi antara putaran mesin terhadap besarnya konsumsi bahan bakar spesifik (sfc) pada pengujian dengan menggunakan tiga macam merk oli pada Honda C 100 ML munjukkan bahwa pada 5000 s/d 8000 Rpm, konsumsi bahan bakar spesifik (sfc) pada karburator dengan menggunakan oli Supreme XX 20W-50 SJ lebih rendah / irit dibandingkan dengan menggunakan oli Ultratec SAE 20-50 SG dan oli Evotech 10 W-30 SJ.

mudah2an apa yang saya tulis bisa bermanfaat bagi anda dan dapat dijadikan acuhan bagi anda dalam memilih minyak pelumas pada kendaraan anda....
Thank's to : Noven Sulistiyo..
Continue Reading

Pengaruh Jarak Kerenggangan Elektroda Busi Terhadap Konsumsi Bahan Bakar Pada Sepeda Motor

Jumat, 12 Agustus 2011 | 0 komentar


Torsi
Korelasi antara putaran mesin terhadap besarnya torsi pada pengujian dengan menggunakan busi dengan berbagai variable celah elektroda busi U20EPR9 pada Honda Supra-X 125 menunjukkan bahwa torsi tertinggi pada penggunaan Busi U20EPR9 dengan celah 0.4 mm adalah pada saat RPM: 5000 menghasilkan 10.89 kgf.m. kelemahannya adalah torsi hanya didapat pada RPM rendah, kelebihan adalah menghasilkan torsi yang besar.
Analisa torsi pada mesin tentunya tidak lepas dari konsep torsi itu sendiri yang besarnya akan sangat dipengaruhi oleh faktor gaya tekan hasil pembakaran (F) dan jari-jari poros engkol pada mesin. Jari-jari poros engkol pada mesin merupakan faktor tetap sehingga yang paling berpengaruh adalah besarnya gaya tekan pembakaran (F). Gaya tekan hasil pembakaran ini akan maksimal manakala pemasukan campuran udara dan bahan bakar, tekanan kompersi maksimal, dan saat pengapian yang tepat dengan bunga api yang besar pula.
Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan pada sepeda motor Honda Supra-X 125 (mesin dalam keadaan standart) dapat disimpulkan bahwa pengukuran torsi paling tinggi pada penggunaan busi U20EPR9 dengan celah 0.4 mm. Harus dilakukan servis berkala dan dilakukan pengujian ulang agar bisa mendapatkan hasil yang berbeda.
Daya
Korelasi antara putaran mesin terhadap besarnya torsi pada pengujian dengan menggunakan busi U20EPR9 dengan berbagai variable celah elektroda busi pada Honda Supra-X 125 menunjukkan bahwa daya paling tertinggi adalah menggunakan Busi U20EPR9 dengan celah 0,4 mm adalah pada saat RPM: 7000 menghasilkan 9 HP. Harus dilakukan servis berkala dan dilakukan pengujian ulang agar bisa mendapatkan hasil yang berbeda.
Analisis Konsumsi Bahan Bakar Spesifik
Korelasi antara putaran mesin terhadap besarnya konsumsi bahan bakar spesifik (sfc) pada pengujian dengan menggunakan busi U20EPR9 dengan berbagai macam variasi celah pada Honda Supra-X 125 munjukkan bahwa pada 5000 s/d 8000 Rpm, konsumsi bahan bakar spesifik (sfc) pada karburator dengan menggunakan busi U20EPR9 pada celah elektroda 0.8 mm lebih rendah / irit dibandingkan dengan berbagai celah elektroda busi dengan celah yang lain.
penelitian ini dilakukan oleh saya dan temen-temen dalam pembuatan tugas akhir .......Mudah-mudahan bermanfaat bagi pembaca....!!!!!!!!!
Continue Reading

Pengertian daya dan torsi

Jumat, 05 Agustus 2011 | 0 komentar


Perbandingan daya dan torsi merupakan unsur penting yang harus diketahui oleh konsumen sebelum kendaraan bermotor. Hal ini berhubungan dengan performa mesin dan tingkat keawetan mesin serta konsumsi bahn bakar menurut Otokir Plus,PMm Rakyat Cyber Media (2002),
Gaya tekan putar pada bagian yang berputar disebut Torsi, sepeda motor digerakan oleh torsi dari crankshaft. Makin banyak jumlah gigi pada roda gigi, makin besar torsi yang terjadi. Sehingga kecepatan direduksi menjadi separuhnya. Besarnya

Torsi maksimum setiap sepeda motor berbeda-beda. ketika sepeda motor bekerja dengan torsi maximum, gaya gerak roda belakang juga maximum. Semakin besar torsinya, semakin besar tenaga sepeda motor tersebut. Besarnya torsi biasanya dicantumkan dalam data spesifikasi teknik, buku pedoman servis atau dalam brosur pemasaran suatu produk motor.
Torsi maksimum biasanya digunakan saat kendaraan mau bergerak dan sedang membawa beban berat. Istilahnya akselarasi atau tarikan awal. Analoginya, waktu kita mendorong motor saat berhenti. Sesaat sebelum bergerak akan terasa sekali berat. Maka kaki butuh menjejak kuat dan mendorong sekuatnya agar motor bergerak. Sedang daya maksimum muncul dan bekerja saat mesin sudah bergasing tinggi. Meski secara rumus daya merupakan fungsi dari rpm dan torsi, namun secara grafik kenyataannya torsi lebih dahulu turun dibanding daya. Penurunan torsi pada saat daya maksimum diimbangi peningkatan putaran mesin. Akibatnya perkalian antara torsi dan putaran tetap menghasilkan daya yang tinggi.
Torsi berkembang di RPM lebih rendah dan menentukan kemampuan akselerasi kendaraan. Daya berkembang pada sebelum tercapainya RPM maksimum dan menentukan kemampuan kecepatan maksimum. Untuk mendapatkan kemampuan akselerasi dan kecepatan maksimum tentu perlu penyesuaian gearing
Continue Reading

Tingkat Kekentalan / Viskositas Oli

Sabtu, 28 Mei 2011 | 0 komentar



pada posting sebelum nya pernah membahas tentang viskositas minyak pelumas...disini akan ditambah tentang viskositas minyak pelumas secara spesifik.
Untuk mengurangi gesekan dan keausan, dibutuhkan "lapisan" di antara dua permukaan yang bergerak untuk mencegah kontak langsung logam dengan logam. Lapisan pelumas ini diperlukan dengan ketebalan yang minimum. Ketebalan lapisan pelumas tergantung pada kekentalan. Kekentalan adalah karakteristik yang sangat penting dari pelumas. Kalau kekentalan pelumas tinggi, maka lapisan pelumas yang terbentuk akan tebal. Kalau kekentalan rendah, maka lapisan pelumas yang terbentuk akan tipis.
Kalau standar API dipakai untuk mengukur standar mutu pelumas, maka untuk mengukur tingkat kekentalan pelumas dipakai standar SAE - Society of American Engineers.
Dalam pelumas dikenal dua tingkat kekentalan yaitu :
1. Pelumas dengan kekentalan tunggal (mono grade)
Monograde ditandai dengan satu angka SAE misalnya SAE 10, SAE 30, SAE 40, SAE 90, dll
2. Pelumas dengan kekentalan ganda (multi grade)
Multi grade ditandai dengan dua angka SAE misalnya SAE 10W-40, SAE 20W-50, dll
Pelumas mono grade hanya memiliki satu tingkat kekentalan. Pelumas kategori ini memiliki rentang yang relative sempit atau kecil terhadap perubahan temperatur. Kini yang banyak digunakan adalah pelumas multi grade. Pelumas multi grade memiliki rentang kekentalan yang relatif luas atau lebar, sehingga lebih fleksibel beradaptasi terhadap perubahan temperatur. Contohnya pelumas SAE 20W-50. Huruf W pada SAE 20W-50 menunjukkan bahwa bila pelumas dipakai pada suhu rendah (W=winter/dingin), pelumas akan bersifat seperti pelumas SAE 20. Sementara angka 50 menunjukkan bahwa pada suhu tinggi (panas) pelumas bersifat seperti SAE 50.
Dibanding dengan pelumas mono grade, maka pelumas multi grade bisa disebut "dingin tidak beku, panas tidak cair". Karena sifatnya yang fleksibel mempertahankan kinerja pada berbagai tingkatan suhu, maka pelumas ini relatif cocok dipakai untuk semua mesin.

terima kasih untuk kunjungannya....mudah2an bisa bermanfaat bagi pembaca
Continue Reading

Klasifikasi Mutu Pelumas (API Service)

| 0 komentar



Seperti yang pernah dibahas sebelumnya..disini penulis akan mencoba membahas tentang klasifikasi Mutu pelumas secara lebih detail,dmna disini kita akan coba membahas tentang klasifikasi mutu pelumas ( API service)
Untuk mengukur standar mutu pelumas dipakai standar American Petroleum Institute (API) Service. American Petroleum Institute adalah sebuah lembaga resmi di Amerika Serikat yang diakui di seluruh dunia, yang membuat kategori pelumas sesuai dengan kerja mesin.
Klasifikasi pelumas mesin berbahan bakar bensin ditandai dengan huruf S sedangkan untuk mesin diesel (berbahan bakar solar) ditandai dengan huruf C. Klasifikasi sesuai dengan tingkat kemampuan pelumas dimulai dari yang terendah adalah SA, SB, SC, SD, SE, SF, SG, SH, SJ dan SL (untuk mesin bensin) dan CA, CB, CC, CD, CE, CF-4, CH-4 dan CI-4 (untuk mesin diesel). Pelumas yang memenuhi standar mutu ditandai dengan pencantuman kata "API Service", diikuti dengan klasifikasinya. Contoh : Pennzoil GT Performance Plus, API Service SJ.
Pelumas dengan API Service SL lebih baik kemampuan kerjanya dari SJ. Pelumas dengan API Service SJ lebih baik dari API Service SH, demikian seterusnya, yang berlaku juga untuk mesin diesel. Pelumas dengan API Service CH-4 lebih baik kemampuan kerjanya dari pelumas API Service CF-4. Oleh pembuat mesin, setiap kendaraan sudah ditentukan spesifikasi apa yang harus digunakan, yang tercantum dalam buku manual. Menggunakan pelumas yang spesifikasinya lebih tinggi dari yang ditentukan oleh pembuat mesin, tidak jadi masalah. Tetapi sangat tidak disarankan menggunakan pelumas dengan klasifikasi lebih rendah dari yang ditentukan karena akan berakibat kurang baik pada mesin.

Mudah2an bermanfaat bagi pembaca...terima kasih
Continue Reading

Keunggulan Oli API Service SG

| 0 komentar



Formulasi : API Service SG/CD 20W-50

KEUNGGULAN:
Umur Oli lebih panjang 300-400% dari oli biasa
- Mengurangi tingkat kebisingan > 8%
- Memudahkan start mesin pada suhu rendah
- Merawat mesin secara otomatis, dengan cara menambah ketebalan dinding silinder sehingga presisinya meningkat.
- Mengurangi exhaust withdrawaldiatas 20%
- Membersihkan kerak karbon
- Menghemat BBM 10-15%
- Memperpanjang umur mesin
- Mengurangi biaya perawatan

SARAN PENGGUNAAN :
- Sebelum penggunaan oli NTA, disarankan memakai engine flushing Nano Technology untuk membersihkan deposit kerak karbon.
- Pemakaian Pertama Ganti Oli mesin + Filter Oil pada 4.000 Km (motor) & 10.000 Km (mobil)
- Pemakaian Selanjutnya penggantian oli dan filter pada 6.000 s/d 8.000 Km (motor) & 15.000 s/d 20.000 Km (mobil)
Continue Reading

Data Spesifikasi Honda Supra-X 125

Rabu, 25 Mei 2011 | 0 komentar



BAGIAN SPESIFIKASI
Panjang X lebar X tinggi 1.889 x 702 x 1.094 mm
Jarak sumbu roda 1.242 mm
Jarak terendah ke tanah 138 mm
Berat kosong 105kg / 103 (Tipe Spoke)
Tipe rangka Tulang punggung
Tipe suspensi depan Teleskopik
Tipe suspensi belakang Lengan ayun dan peredam kejut ganda
Ukuran ban depan 70/90 - 17M / C
Ukuran ban belakang 80/90 - 17M / C 44P
Rem depan Cakram double piston
Rem belakang Cakram single piston / Tromol (Tipe Spoke)
Kapasitas tangki bahan bakar 3,7 liter
Tipe mesin 4 langkah, SOHC pendinginan udara
Diameter x langkah : 52,4 x 57,9 mm
Perbandingan kompresi 9,0 : 1
Volume langkah 124,8 cc
Daya maksimum 9,3 PS / 7.500 rpm
Torsi maksimum 1,03 kgf.m / 4000 rpm
Kapasitas minyak pelumas mesin 0,7 liter
Kopling Otomatis Otomatis sentrifugal
Gigi transmsi Kecepatan bertautan tetap
Pola pengoperan gigi N-1-2-3-4-N (rotari)
Starter Pedal dan elektrik
Aki : 12 V - 3,5 Ah
Busi ND U20EPR9 / NGK CPR6EA-9
Sistem pengapian Carburator - DC CDI
Continue Reading

Kode Ban

Senin, 09 Mei 2011 | 0 komentar

Untuk memahaimi kanakteristik ban, maka pada setiap jenis ban akan tertulis sejumlah angka atau huruf sebenarnya telah menjelaskan secara detail tentang karakteristik ban-ban tersebut. misalnya pada sebuah ban tertulis 195/65R15 92 H. Apa yang tertera di samping ban tersebut bias dikategorikan sebagai berikut:


1) Angka 195 merupakan petunjuk lebar penampang ban. Semakin besar ukuran penampang, semakin besar pula telapak ban.
2) Angka 65 merupakan petunjuk mengenai ketinggian ban diukur mulai dan pelek hingga penampang ban yang menempel pada jalan. Semakin besar angkanya, semakin tebal pula dinding dan jika dilihat dan samping luar (jika diukur dan pelek).
3) R menunjukkan bahwa ban tersebut termasuk dalam tipe ban berjenis radial.
4) Angka 15 menunjukkan diameter pelek yang dapat dipergunakan.
5) Angka 92 H menunjukkan kecepatan minimum dan juga maksimum ban. Semakin besar .tingkatan angka, semakin besar pula kekekuatan ban terhadap kecepatan tertentu.
Untuk angka terakhir yang disebutkan ada sedikit penjelasannya. Pihak produsen biasa mencantumkan kode standanisasi kecepatan ban. Ada beberapa klasifikasi kecepatan yang dicantumkan pada setiap jenis ban, klasifikasi tersebut adalah:
1) TR ban, jenis ban ini mampu digunakan untuk kecepatan kendaraan sekitar 100Km/jam.
2) HR ban, jenis ini mampu digunakan untuk kendaraan yang melaju dengan kecepatan 210Km/jam.
3) VR ban, jenis ini dapat digunakan pada kendaraan yang mampu melaju pada kecepatan 260Km/jam.
d. Jenis-Jenis Ban
Ada beberapa cara untuk mengelompokkan ban, dengan melihat dan kiasifikasi ban seperti dapat dilihat di bawah ini:
1) Klasifikasi menurut konstruksinya:
a) Kiasifikasi menurut cara penyusunan ply cord yang membentuk carcass ban:
(1) Ban bias-ply (cross-ply tire)
(2) Ban radial-ply
(3) Ban belted bias
b) Kiasifikasi menurut caranya menyimpan udara:
(1) Ban dengan ban dalam (tubed).
(2) Ban tanpa ban dalam (tubeless)
2) Klasiflkasi menurut penggunaannya:
a) Kiasifikasi ban menurut kendaraan yang menggunakannya:
(1) Ban mobil penumpang.
(2) Ban truk ringan.
(3) Ban truk dan bus
b) Klasifikasi ban menurut permukaan jalan yang dilewatinya:
(1) Ban saiju
(2) Ban spiked (berpaku besar)
Continue Reading

5 Unsur Dalam Gas Buang Kendaraan

Senin, 04 April 2011 | 0 komentar

Dalam mendukung usaha pelestarian lingkungan hidup, negara-negara di dunia mulai menyadari bahwa gas buang kendaraan merupakan salah satu polutan atau sumber pencemaran udara terbesar oleh karena itu, gas buang kendaraan harus dibuat “sebersih” mungkin agar tidak mencemari udara. Pada negara-negara yang memiliki standar emisi gas buang kendaraan yang ketat, ada 5 unsur dalam gas buang kendaraan yang akan diukur yaitu senyawa HC, CO, CO2, O2 dan senyawa NOx. Sedangkan pada negara-negara yang standar emisinya tidak terlalu ketat, hanya mengukur 4 unsur dalam gas buang yaitu senyawa HC, CO, CO2 dan O2.
Emisi Senyawa Hidrokarbon
Bensin adalah senyawa hidrokarbon, jadi setiap HC yang didapat di gas buang kendaraan menunjukkan adanya bensin yang tidak terbakar dan terbuang bersama sisa pembakaran. Apabila suatu senyawa hidrokarbon terbakar sempurna (bereaksi dengan oksigen) maka hasil reaksi pembakaran tersebut adalah karbondioksida (CO2) dan air(H¬2O). Walaupun rasio perbandingan antara udara dan bensin (AFR=Air-to-Fuel-Ratio) sudah tepat dan didukung oleh desain ruang bakar mesin saat ini yang sudah mendekati ideal, tetapi tetap saja sebagian dari bensin seolah-olah tetap dapat “bersembunyi” dari api saat terjadi proses pembakaran dan menyebabkan emisi HC pada ujung knalpot cukup tinggi.

Untuk mobil yang tidak dilengkapi dengan Catalytic Converter (CC), emisi HC yang dapat ditolerir adalah 500 ppm dan untuk mobil yang dilengkapi dengan CC, emisi HC yang dapat ditolerir adalah 50 ppm.

Emisi HC ini dapat ditekan dengan cara memberikan tambahan panas dan oksigen diluar ruang bakar untuk menuntaskan proses pembakaran. Proses injeksi oksigen tepat setelah exhaust port akan dapat menekan emisi HC secara drastis. Saat ini, beberapa mesin mobil sudah dilengkapi dengan electronic air injection reaction pump yang langsung bekerja saat cold-start untuk menurunkan emisi HC sesaat sebelum CC mencapai suhu kerja ideal.

Apabila emisi HC tinggi, menunjukkan ada 3 kemungkinan penyebabnya yaitu CC yang tidak berfungsi, AFR yang tidak tepat (terlalu kaya) atau bensin tidak terbakar dengan sempurna di ruang bakar. Apabila mobil dilengkapi dengan CC, maka harus dilakukan pengujian terlebih dahulu terhadap CC denganc ara mengukur perbedaan suhu antara inlet CC dan outletnya. Seharusnya suhu di outlet akan lebih tinggi minimal 10% daripada inletnya.

Apabila CC bekerja dengan normal tapi HC tetap tinggi, maka hal ini menunjukkan gejala bahwa AFR yang tidak tepat atau terjadi misfire. AFR yang terlalu kaya akan menyebabkan emisi HC menjadi tinggi. Ini bias disebabkan antara lain kebocoran fuel pressure regulator, setelan karburator tidak tepat, filter udara yang tersumbat, sensor temperature mesin yang tidak normal dan sebagainya yang dapat membuat AFR terlalu kaya. Injector yang kotor atau fuel pressure yang terlalu rendah dapat membuat butiran bensin menjadi terlalu besar untuk terbakar dengna sempurna dan ini juga akan membuat emisi HC menjadi tinggi. Apapun alasannya, AFR yang terlalu kaya juga akan membuat emisi CO menjadi tinggi dan bahkan menyebabkan outlet dari CC mengalami overheat, tetapi CO dan HC yang tinggi juga bisa disebabkan oleh rembasnya pelumas ke ruang bakar.

Apabila hanya HC yang tinggi, maka harus ditelusuri penyebab yang membuat ECU memerintahkan injector untuk menyemprotkan bensin hanya sedikit sehingga AFR terlalu kurus yang menyebabkan terjadinya intermittent misfire. Pada mobil yang masih menggunakan karburator, penyebab misfire antara lain adalah kabel busi yang tidak baik, timing pengapian yang terlalu mundur, kebocoran udara disekitar intake manifold atau mechanical problem yang menyebabkan angka kompresi mesin rendah.

Untuk mobil yang dilengkapi dengan sistem EFI dan CC, gejala misfire ini harus segera diatasi karena apabila didiamkan, ECU akan terus menerus berusaha membuat AFR menjadi kaya karena membaca bahwa masih ada oksigen yang tidak terbakar ini. Akibatnya CC akan mengalami overheat.

Emisi Karbon Monoksida (CO)
Gas karbonmonoksida adalah gas yang relative tidak stabil dan cenderung bereaksi dengan unsur lain. Karbon monoksida, dapat diubah dengan mudah menjadi CO2 dengan bantuan sedikit oksigen dan panas. Saat mesin bekerja dengan AFR yang tepat, emisi CO pada ujung knalpot berkisar 0.5% sampai 1% untuk mesin yang dilengkapi dengan sistem injeksi atau sekitar 2.5% untuk mesin yang masih menggunakan karburator. Dengan bantuan air injection system atau CC, maka CO dapat dibuat serendah mungkin mendekati 0%.

Apabila AFR sedikit saja lebih kaya dari angka idealnya (AFR ideal = lambda = 1.00) maka emisi CO akan naik secara drastis. Jadi tingginya angka CO menunjukkan bahwa AFR terlalu kaya dan ini bisa disebabkan antara lain karena masalah di fuel injection system seperti fuel pressure yang terlalu tinggi, sensor suhu mesin yang tidak normal, air filter yang kotor, PCV system yang tidak normal, karburator yang kotor atau setelannya yang tidak tepat.

Emisi Karbon Dioksida (CO2)
Konsentrasi CO2 menunjukkan secara langsung status proses pembakaran di ruang bakar. Semakin tinggi maka semakin baik. Saat AFR berada di angka ideal, emisi CO2 berkisar antara 12% sampai 15%. Apabila AFR terlalu kurus atau terlalu kaya, maka emisi CO2 akan turun secara drastis. Apabila CO2 berada dibawah 12%, maka kita harus melihat emisi lainnya yang menunjukkan apakah AFR terlalu kaya atau terlalu kurus.

Perlu diingat bahwa sumber dari CO2 ini hanya ruang bakar dan CC. Apabila CO2 terlalu rendah tapi CO dan HC normal, menunjukkan adanya kebocoran exhaust pipe.

Oksigen
Konsentrasi dari oksigen di gas buang kendaraan berbanding terbalik dengan konsentrasi CO2. Untuk mendapatkan proses pembakaran yang sempurna, maka kadar oksigen yang masuk ke ruang bakar harus mencukupi untuk setiap molekul hidrokarbon.

Dalam ruang bakar, campuran udara dan bensin dapat terbakar dengan sempurna apabila bentuk dari ruang bakar tersebut melengkung secara sempurna. Kondisi ini memungkinkan molekul bensin dan molekul udara dapat dengan mudah bertemu untuk bereaksi dengan sempurna pada proses pembakaran. Tapi sayangnya, ruang bakar tidak dapat sempurna melengkung dan halus sehingga memungkinkan molekul bensin seolah-olah bersembunyi dari molekul oksigen dan menyebabkan proses pembakaran tidak terjadi dengan sempurna.

Untuk mengurangi emisi HC, maka dibutuhkan sedikit tambahan udara atau oksigen untuk memastikan bahwa semua molekul bensin dapat “bertemu” dengan molekul oksigen untuk bereaksi dengan sempurna. Ini berarti AFR 14,7:1 (lambda = 1.00) sebenarnya merupakan kondisi yang sedikit kurus. Inilah yang menyebabkan oksigen dalam gas buang akan berkisar antara 0.5% sampai 1%. Pada mesin yang dilengkapi dengan CC, kondisi ini akan baik karena membantu fungsi CC untuk mengubah CO dan HC menjadi CO2.

Mesin tetap dapat bekerja dengan baik walaupun AFR terlalu kurus bahkan hingga AFR mencapai 16:1. Tapi dalam kondisi seperti ini akan timbul efek lain seperti mesin cenderung knocking, suhu mesin bertambah dan emisi senyawa NOx juga akan meningkat drastis.

Normalnya konsentrasi oksigen di gas buang adalah sekitar 1.2% atau lebih kecil bahkan mungkin 0%. Tapi kita harus berhati-hati apabila konsentrasi oksigen mencapai 0%. Ini menunjukkan bahwa semua oksigen dapat terpakai semua dalam proses pembakaran dan ini dapat berarti bahwa AFR cenderung kaya. Dalam kondisi demikian, rendahnya konsentrasi oksigen akan berbarengan dengan tingginya emisi CO. Apabila konsentrasi oksigen tinggi dapat berarti AFR terlalu kurus tapi juga dapat menunjukkan beberapa hal lain. Apabila dibarengi dengan tingginya CO dan HC, maka pada mobil yang dilengkapi dengan CC berarti CC mengalami kerusakan. Untuk mobil yang tidak dilengkapi dengan CC, bila oksigen terlalu tinggi dan lainnya rendah berarti ada kebocoran di exhaust sytem.

Emisi senyawa NOx

Selain keempat gas diatas, emisi NOx tidak dipentingkan dalam melakukan diagnose terhadap mesin. Senyawa NOx adalah ikatan kimia antara unsur nitrogen dan oksigen. Dalam kondisi normal atmosphere, nitrogen adalah gas inert yang amat stabil yang tidak akan berikatan dengan unsur lain. Tetapi dalam kondisi suhu tinggi dan tekanan tinggi dalam ruang bakar, nitrogen akan memecah ikatannya dan berikatan dengan oksigen.

Senyawa NOx ini sangat tidak stabil dan bila terlepas ke udara bebas, akan berikatan dengan oksigen untuk membentuk NO2. Inilah yang amat berbahaya karena senyawa ini amat beracun dan bila terkena air akan membentuk asam nitrat.

Tingginya konsentrasi senyawa NOx disebabkan karena tingginya konsentrasi oksigen ditambah dengan tingginya suhu ruang bakar. Untuk menjaga agar konsentrasi NOx tidak tinggi maka diperlukan kontrol secara tepat terhadap AFR dan suhu ruang bakar harus dijaga agar tidak terlalu tinggi baik dengan EGR maupun long valve overlap. Normalnya NOx pada saat idle tidak melebihi 100 ppm. Apabila AFR terlalu kurus, timing pengapian yang terlalu tinggi atau sebab lainnya yang menyebabkan suhu ruang bakar meningkat, akan meningkatkan konsentrasi NOx dan ini tidak akan dapat diatasi oleh CC atau sistem EGR yang canggih sekalipun.

Tumpukan kerak karbon yang berada di ruang bakar juga akan meningkatkan kompresi mesin dan dapat menyebabkan timbulnya titik panas yang dapat meningkatkan kadar NOx. Mesin yang sering detonasi juga akan menyebabkan tingginya konsentrasi NOx.
Continue Reading

Viskositas Minyak Pelumas

Jumat, 25 Maret 2011 | 0 komentar

Untuk minyak pelumas motor, seperti diketahui ada delapan tingkat kekentalan minyak pelumas. Yang dimaksud dengan kekentalan itu sebenarnya tidak lain dari tahanan aliran yang tergantung dari kental atau encernya minyak tersebut. Semua minyak pelumas jika dipanaskan akan menjadi lebih encer dan pada temperatur yang lebih rendah akan menjadi lebih kental. Karena itu, kekentalan minyak pelumas diukur pada temperatur tertentu.
The Society of Automotive Engineers (SAE) merupakan organisasi yang beranggotakan para ahli pengolahan minyak bumi dan ahli perencana motor telah menetapkan standar kekentalan minyak pelumas. Angka kekentalan yang pertama ditetapkan pada tahun 1911 dan sesudah itu telah mengalami beberapa kali perubahan berhubung dengan adanya kemajuan dalam teknologi dan perencanaan motor serta kemajuan dalam bidang pengolahan minyak bumi. Angka kekentalan minyak pelumas yang banyak digunakan sekarang terdiri dari: 5W; 10W; 20W ;20 ;30; 40; 50; 60 dan 90. Dulu pernah diproduksi minyak pelumas dengan kekentalan 90, dan 140 tapi saat ini untuk motor yang modern sudah dipakai lagi. Kekentalan yang lebih

kecil menunjukkan minyak yang lebih encer dan sebaliknya angka yang lebih besar menunjukkan minyak yang lebih kental. Huruf W di belakang angka kekentalan maksudnya adalah Winter yaitu untuk minyak pelumas yang khusus digunakan untuk waktu musim dingin dan pengukuran dilakukan pada temperatur 0°F. jenis demikian tentu saja tidak diperlukan di Indonesia. Setiap merek sepeda motor di Indonesia merekomendasikan minyak pelumas yang digunakan. Misalnya Honda merekomendasi minyak pelumas dengan viskositas SAE 10 W-30. Pengukuran kekentalan minyak pelumas dengan standard SAE, ditetapkan pada temperatur 210°F atau 2°F dibawah temperature mendidihnya air murni. Caranya dengan menghitung waktu yang dibutuhkan oleh 60 ml minyak tersebut untuk melalui suatu saluran sempit pada temperatur 210°F.Minyak pelumas harus diganti secara teratur sesuai dengan pedoman yang dikeluarkan oleh pabrik pembuat. Minyak pelumas yang sudah aus ditunjukkan dengan menurunnya kekentalan dan warnanya menjadi hitam. Perubahan ini disebabkan oleh temperatur pemakaian yang tinggi.
Continue Reading

Klasifikasi Oli

| 0 komentar

Berdasarkan wujudnya,minyak pelumas dapat digolongkan menjadi dua bentuk, yaitu cair (liquid) atau bias disebut oli, dan setengah padat (semi solid) atau bias disebut gemuk.Minyak pelumas cair (oli) dapat digolongkan berdasarkan beberapa hal,yaitu:

1. Berdasarkan bahan pelumas itu dibuat :
a. Pelumas mineral (pelican) yang berasal dari minyak bumi. Mineral yangterbaik digunakan untuk pelumas mesin-mesin disel otomotif,kapal, dan industri
b. Pelumas nabati, yaitu yang terbuat dari bahan lemak binatang atau tumbuh-tumbuhan. Sifat penting yang dipunyai pelumas nabati ini ialah bebas sulfur atau belerang, tetapi tidak tahan suhu tinggi, sehingga untuk mendapatkan sifat gabungan yang baik biasanya sering dicampur dengan bahan pelumas yang berasal dari bahan minyak mineral, bias disebut juga compound oil.
c. Pelumas sintetik, yaitu pelumas yang bukan berasal dari nabati ataupun mineral. Minyak pelumas ini berasal dari suatu bahan yang dihasilkan dari pengolahan tersendiri. Pada umumnya pelumas sintetik mempunyai sifst-sifat khusus, seperti daya tahan terhadap suhu tinggi yang lebih baik daripada pelumas mineral atau nabati, daya tahan terhadap asam.
2. Berdasarkan viscosity atau kekentalan minyak pelumas yang dinyatakan dalam nomor-nomor SAE (Society of Automotive Engineer).Angka SAE yang lebih besar menunjukkan minyak pelumas yang lebih kental.
a. Oli monograde, yaitu oli yang indeks kekentalannya dinyatakan hanya satu angka.
b. Oli multigrade, yaitu oli yang indeks kekentalannya dinyatakan dalam lebih dari satu angka.
3. Berdasarkan penggunaan minyak pelumas (diatur oleh The American Petroleum Institutes Engine Service Classification)
a. Penggunaan minyak pelumas untuk mesin bensin.
b. Penggunaan minyak pelumas untuk mesin disel.
Continue Reading

Sistem pelumasan

| 0 komentar

Pelumasan adalah proses memberikan lapisan minyak pelumas di antara dua permukaan yang bergesek. Semua permukaan komponen motor yang bergerak seharusnya selalu dalam keadaan basah oleh bahan pelumas. Fungsi utama pelumasan ada dua yaitu mengurangi gesekan (friksi) dan sebagai pendingin. Bila terjadi suatu keadaan luar biasa, dimana sistem pelumasan tidak bekerja, maka akan terjadi gesekan langsung antara dua permukaan yang mengakibatkan timbulnya keausan dan panas yang tinggi. Bahan pelumas di dalam mesin bagaikan lapisan tipis (film) yang memisahkan antara permukaan logam dengan permukaan logam lainnya yang saling meluncur sehingga antara logam-logam tersebut tidak kontak langsung. Selain seperti yang diterangkan diatas, bahan pelumas juga berfungsi sebagai sekat (seal) pada cincin torak yang dapat menolong memperbesar kompresi motor.
Minyak pelumas yang digunakan pada sepeda motor adalah oli karena oli mempunyai syarat-syarat yang diperlukan dalam pelumasan yaitu:
1. Daya lekatnya baik
2. Titik nyala tinggi
3. Tidak mudah menguap
4. Titik beku rendah
5. Mudah memindahkan panas
Ada tiga macam oli pelumas yang diproduksi, antara lain oli mineral, oli synthetic dan oli yang dibuat dari tumbuh-tumbuhan atau hewani (castor oil), dan pabrik-pabrik kendaraan hampir semuanya menganjurkan untuk menggunakan oli mineral, yang telah distandarisasi oleh SAE dan API. Oli yang dibuat dari tumbuh-tumbuhan (vegetable) banyak digunakan pada motor-motor balap, karena kwalitasnya melebihi oli mineral. Oli synthetic banyak digunakan pada pesawat-pesawat terbang.Oli dapat juga digolong-golongkan sesuai dengan penggunaan kendaraan yang bersangkutan guna mendapatkan hasil pelumasan yang baik, seperti contohnya:
1. Jenis ML
Digunakan pada mesin-mesin bensin dengan kerja yang ringan, oli ini tidak mengandung bahan-bahan tambahan (additives).
2. Jenis MM
Jenis ini digunakan pada mesin-mesin bensin dengan kerja yang sedang dan olinya mengandung additive yang dapat mencegah karat pada mesin.
3. Jenis MS
Digunakan pada mesin-mesin bensin yang kerjanya cukup berat.
4. Jenis DG
Digunakan pada mesin diesel dan mesin bensin, oli ini mengandung zat anti karat dan juga mengandung detergent guna mencegah pembentukan karbon/arang pada ruang bakar atau bagian mesin lainnya.
5. Jenis DM
Digunakan untuk mesin diesel dan mesin bensin yang bekerja berat, oli ini mengandung zat yang terdapat pada DG ditambah dengan Pour poit depressant yang dapat membuat oli ini tahan akan temperatur yang tinggi. Oli ini dapat juga disebut oli yang bermutu tinggi (High grade oil)
6. Jenis DS
Oli ini khusus untuk mesin diesel dan mengandung bermacam-macam zat tambahan sehingga mutunya baik sekali dan harganya cukup mahal.
Continue Reading